BERITA LAINNYA
Selasa , 24 Agustus 2010
Taufik Kiemas Tolak Amandemen UUD 45

Senin, 16 Agustus 2010
Malaysia Tangkap Petugas RI

Senin, 16 Agustus 2010
Pernyataan Politik GMNI Sambut HUT RI ke 65

Kamis, 29 Juli 2010
Indonesia Terlalu Semangat Undang Investor Asing

Selasa, 3 Agustus 2010
Negara Tak Boleh Kalah dari Ormas Anarkis

Selasa, 3 Agustus 2010
Paskalis: Pemindahan Ibu Kota Demi Penyebaran Kesejahteraan

Rabu, 30 Januari 2006
KPK Harus Menindaklanjuti Temuan

Rabu, 30 Juni 2010
Negara Harus Bertanggung Jawab

senin, 21 Juni 2010
Orang Miskin Selalu Jadi Tumbal

Senin, 21 Juni 2010
Tak Perlu Semua Dikomentari Presiden


ARSIP BERITA
 
 
  KIRIM BERITA
Silahkan kirimkan Berita, Acara maupun aktivitsa yang berhubungn dengan GMNI keredaksi sehingga dapat kami muat untuk informasi kita semua
Berita dan Peristiwa
Senin, 25 Januari 2010

Kompas, Senin, 25 Januari 2010
MPR Sosialisasikan Empat Pilar Bernegara
Majelis Permusyawaratan Rakyat mulai menyosialisasikan empat pilar kehidupan bernegara kepada anak muda. Keempat pilar kehidupan bernegara yang diharapkan juga dipahami anak muda itu adalah Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhinneka Tunggal Ika.

Ketua MPR Taufiq Kiemas kepada wartawan di Balikpapan, Kalimantan Timur, Sabtu (23/1), menyatakan, sejumlah pihak yang diajak bekerja sama antara lain Dewan Masjid, Perguruan Taman Siswa, dan Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI).

”Waktu pertemuan dengan Presiden Yudhoyono di Bogor (Kamis lalu), juga kami sepakat soal empat pilar tersebut,” tutur Taufiq.

Ia menambahkan, sosialisasi empat pilar itu sudah menjadi kesempatan fraksi-fraksi dan kelompok Dewan Perwakilan Daerah (DPD) di MPR. ”Presiden berjanji untuk diteruskan kepada Menteri Dalam Negeri dan Menteri Pendidikan Nasional,” ujar Taufiq.

Naskah kerja sama MPR dengan PGRI, misalnya, ditandatangani Jumat malam lalu dalam acara pembukaan Konferensi Kerja Nasional PGRI di Balikpapan antara Taufiq Kiemas dan Ketua Umum Pengurus Besar PGRI Sulistiyo.

Wakil Ketua MPR Ahmad Farhan Hamid menambahkan, ide dasar sosialisasi empat pilar ini adalah kenyataan bahwa Indonesia ke depan adalah Indonesia yang beragam, baik suku maupun agama. Konsep itu sudah dibuat oleh para pendiri bangsa.

”Tetapi generasi sekarang berbeda dengan generasi para pendiri bangsa sehingga kita serahkan pada setiap elemen masyarakat untuk mengembangkannya,” kata Farhan, anggota DPD dari Aceh tersebut.

Mengenai caranya, kata Farhan, berbeda dengan cara Orde Baru yang mengenalkan Pancasila dengan indoktrinasi, sekarang mulai muncul kebutuhan dari masyarakat.

Mengenai bentuk dan cara sosialisasinya, kata Taufiq, diserahkan kepada sekolah masing-masing. MPR hanya menyediakan materi sosialisasi. ”Orang bosan dengan pola lama. Kita pakai resep baru yang gaul. Anak sekarang, kan, anak gaul. Gaya terserah mereka supaya pesan cepat sampai,” katanya.
 


Terima Kasih
Anda Adalah Pengunjung Ke 26443