BERITA LAINNYA
Selasa , 24 Agustus 2010
Taufik Kiemas Tolak Amandemen UUD 45

Senin, 16 Agustus 2010
Malaysia Tangkap Petugas RI

Senin, 16 Agustus 2010
Pernyataan Politik GMNI Sambut HUT RI ke 65

Kamis, 29 Juli 2010
Indonesia Terlalu Semangat Undang Investor Asing

Selasa, 3 Agustus 2010
Negara Tak Boleh Kalah dari Ormas Anarkis

Selasa, 3 Agustus 2010
Paskalis: Pemindahan Ibu Kota Demi Penyebaran Kesejahteraan

Rabu, 30 Januari 2006
KPK Harus Menindaklanjuti Temuan

Rabu, 30 Juni 2010
Negara Harus Bertanggung Jawab

senin, 21 Juni 2010
Orang Miskin Selalu Jadi Tumbal

Senin, 21 Juni 2010
Tak Perlu Semua Dikomentari Presiden


ARSIP BERITA
 
 
  KIRIM BERITA
Silahkan kirimkan Berita, Acara maupun aktivitsa yang berhubungn dengan GMNI keredaksi sehingga dapat kami muat untuk informasi kita semua
Berita dan Peristiwa
Rabu, 16 Juni 2010

Kompas, Rabu, 16 Juni 201
Dana Aspirasi Jadi Usulan Resmi DPR

Jakarta, Kompas - Meskipun pernah ditolak tujuh fraksi dan mengundang protes masyarakat, ternyata dana aspirasi yang diusulkan Fraksi Partai Golkar terus bergulir, bahkan telah menjadi usulan resmi Badan Anggaran tanpa ada fraksi yang menyatakan keberatan.

Pada rapat Badan Anggaran DPR dalam rangka pembicaraan pendahuluan penyusunan Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara 2011, Selasa (15/6), di Jakarta, usulan itu ditetapkan menjadi usulan resmi. Namun, namanya diubah menjadi ”program percepatan dan pemerataan pembangunan daerah melalui kebijakan pembangunan kewilayahan yang berbasis kepada daerah pemilihan”. Dana itu terdapat dalam catatan laporan Panitia Kerja Kebijakan Belanja Pemerintah Pusat Badan Anggaran DPR.

Koordinator Panja Olly Dondokambey saat membacakan laporannya tidak menyebut fraksi yang keberatan dengan usulan tersebut. Ia hanya berkata bahwa usulan itu tidak dibahas secara detail dalam panja.

Ketua Badan Anggaran DPR Harry Azhar Azis membenarkan, usulan itu telah menjadi usulan resmi Badan Anggaran. Usulan itu akan dilaporkan di Rapat Paripurna DPR, Kamis, untuk kemudian disampaikan kepada pemerintah. ”Saya yakin pemerintah akan amat arif untuk mempertimbangkan usulan itu,” kata Harry seusai memimpin rapat yang dihadiri Menteri Keuangan Agus Martowardojo dan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Darmin Nasution.

Menurut Wakil Ketua DPR dari Fraksi Partai Golkar Priyo Budi Santoso, Selasa, Partai Golkar menyambut gembira persetujuan pengalokasian dana aspirasi oleh seluruh fraksi di Badan Anggaran DPR. Namun, Partai Golkar tidak lagi mematok anggaran Rp 15 miliar per daerah pemilihan seperti usulan sebelumnya.

”Golkar tidak mematok secara baku harus Rp 15 miliar. Besarnya akan disesuaikan dengan kemampuan APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara) dan program serta masukan dari daerah,” katanya.

Dikatakan, Partai Golkar mengubah nama serta konsep dana aspirasi. Menurut Priyo, Partai Golkar mengubah nama menjadi program percepatan pemerataan pembangunan daerah, bukan dana aspirasi. Adapun konsepnya tidak akan diberikan dalam bentuk dana tunai.

Padahal, dari sembilan fraksi di DPR, tujuh di antaranya sudah pernah menyatakan menolak. Mereka adalah Fraksi Partai Demokrat, PDI-P, PKS, PAN, PPP, Gerindra, dan Hanura. Pimpinan DPR juga pernah menyatakan bahwa rapat pimpinan DPR memutuskan usulan pemberian dana aspirasi tidak perlu dibahas lagi (Kompas, 9/6).

Tidak ada pembahasan

Badan Anggaran DPR memang akhirnya memutuskan tidak membahas secara spesifik dana aspirasi dalam penetapan Rancangan APBN 2011 itu.

Menkeu Agus Martowardojo pun menegaskan tidak ada pembahasan soal dana aspirasi yang diusulkan sebesar Rp 15 miliar per daerah pemilihan dalam Panja Badan Anggaran DPR. Oleh karena itu, pemerintah tidak menyatakan sikapnya mengenai usulan Fraksi Golkar tersebut.

”(Soal) dana aspirasi, kami tidak menyatakan sikap dan sebelum panitia kerja itu ada diskusi, tetapi dalam pembahasan internal panitia kerja tidak dibahas,” ujarnya. ”Jadi, saya hanya melihat yang tadi dilaporkan. Kami sudah siap dalam proses penyusunan RAPBN yang lebih lanjut,” tuturnya.

 


Terima Kasih
Anda Adalah Pengunjung Ke 26368