|
|
 |
|
Bahwa Proklamasi Kemerdekaan bangsa Indonesia 17 Agustus 1945 dicapai melalui perjuangan seluruh rakyat Indonesia. Kemudian dari pada itu, dengan dijiwai Pancasila disusunlah Negara Kesatuan Republik Indonesia yang bertujuan memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, melindungi seluruh rakyat Indonesia serta ikut melaksanakan ketertiban dunia.
Cita-cita luhur kemerdekaan bangsa Indonesia sebagaimana termaktub dalam Pembukaan UUD 1945 harus diperjuangkan secara terus menerus dan menjadi tangung jawab seluruh bangsa Indonesia.
Alumni GMNI menyadari tanggung jawab untuk berjuang bersama rakyat dengan memegang teguh MARHAENISME sebagai praksis perjuangan, maka dibentuklah wadah perjuangan dengan nama Persatuan Alumni GMNI.
|
|
|
|
|
BERITA & PERISTIWA
|
Rabu, 3 Maret 2010
Rapat DPR Memalukan
Jakarta, Kompas - Kericuhan
Rapat Paripurna DPR, dengan agenda pembacaan hasil penyelidikan Panitia
Khusus DPR tentang Hak Angket Bank Century, Selasa (2/3), mengundang
pr...
|
| |
Selasa, 23 Februari 2010
Obat Bermerek Kuasai Pasar
Pelepasan harga obat pada mekanisme pasar
mengakibatkan pasar dikuasai obat bermerek atau bernama dagang
ketimbang obat generik. Padahal, obat bermerek dengan kandungan yang
sama denga...
|
| |
Kamis, 18 Februari 2010
Semua Fraksi Nyatakan Ada Masalah
Semua fraksi di Panitia Khusus Dewan
Perwakilan Rakyat tentang Hak Angket Bank Century menyimpulkan ada
permasalahan terkait aliran dana fasilitas pendanaan jangka pendek dan
dana tala...
|
| |
Kamis, 28 Januari 2010
Jejaring Kekuasaan Saudara Sedarah
Kekhawatiran otonomi daerah akan
melahirkan raja-raja kecil beralasan. Masyarakat terjebak dalam
semangat primordialisme sehingga mengagungkan hubungan darah untuk
melanggengkan kekuas...
|
| |
Kamis, 28 Januari 2010
Cabut UU Diskriminatif
Pelanggaran terhadap kebebasan beragama dan
berkeyakinan di Indonesia tergolong tinggi. Pemerintah diminta segera
mencabut semua perundang-undangan yang diskriminatif. Sebaliknya,
peme...
|
| |
|
|
|
|
KOLOM & ANALISA
|
Sukardi Rinakit
SUKARDI RINAKIT
Ketika menyaksikan Sidang Paripurna Dewan
Perwakilan Rakyat kemarin, di luar kendali, saya berteriak, ”Mati aku!”
Sidang ricuh. Interupsi antaranggota Dewan saling silang. Mereka
bertu...
|
| |
Cornelis Lay
Konsolidasi Rezim
Beberapa hari lalu, saya bersua
seorang sahabat, anggota DPR baru. Ia kebingungan karena disambangi
birokrat menengah—lengkap dengan disposisi dari atasannya— yang
menanya...
|
| |
Ikrar Nusa Bhakti
Bila Koalisi Pecah Kongsi
Politik memang tidak mengenal kawan atau lawan yang abadi. Yang abadi adalah kepentingan politik individu atau kelompok.Sekokoh
apa pun koalisi yang dibangun, dipe...
|
| |
Sukardi Rinakit
Bocah-bocah Nakal
Jika ada yang bertanya mengenai salah
satu gejala dominan dalam 100 hari pemerintahan Presiden Susilo Bambang
Yudhoyono saat ini, saya akan menjawab: ”Meningkatnya fenomena politik
boc...
|
| |
Ikrar Nusa Bhakti
Mosi Tak Percaya? Tidaklah!
Istana Bogor memang tempat yang amat bersejarah. Pada 11 Maret 1966, empat puluh empat tahun lalu, tiga perwira tinggi Angkatan Darat—Basuki Rachmat, Amir Machmud, dan M Jusuf—menerima titip...
|
| |
|
|
|
|