|
|
 |
|
Bahwa Proklamasi Kemerdekaan bangsa Indonesia 17 Agustus 1945 dicapai melalui perjuangan seluruh rakyat Indonesia. Kemudian dari pada itu, dengan dijiwai Pancasila disusunlah Negara Kesatuan Republik Indonesia yang bertujuan memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, melindungi seluruh rakyat Indonesia serta ikut melaksanakan ketertiban dunia.
Cita-cita luhur kemerdekaan bangsa Indonesia sebagaimana termaktub dalam Pembukaan UUD 1945 harus diperjuangkan secara terus menerus dan menjadi tangung jawab seluruh bangsa Indonesia.
Alumni GMNI menyadari tanggung jawab untuk berjuang bersama rakyat dengan memegang teguh MARHAENISME sebagai praksis perjuangan, maka dibentuklah wadah perjuangan dengan nama Persatuan Alumni GMNI.
|
|
|
|
|
BERITA & PERISTIWA
|
Kamis, 28 Januari 2010
Jejaring Kekuasaan Saudara Sedarah
Kekhawatiran otonomi daerah akan
melahirkan raja-raja kecil beralasan. Masyarakat terjebak dalam
semangat primordialisme sehingga mengagungkan hubungan darah untuk
melanggengkan kekuas...
|
| |
Kamis, 28 Januari 2010
Cabut UU Diskriminatif
Pelanggaran terhadap kebebasan beragama dan
berkeyakinan di Indonesia tergolong tinggi. Pemerintah diminta segera
mencabut semua perundang-undangan yang diskriminatif. Sebaliknya,
peme...
|
| |
Senin, 25 Januari 2010
Pendemo Siap Datangi Istana
Ribuan orang
direncanakan turun ke jalan menggelar unjuk rasa di sekitar Istana
Negara pada 28 Januari mendatang. Demonstrasi besar-besaran itu
dimobilisasi puluhan elemen pergerakan y...
|
| |
Senin, 25 Januari 2010
MPR Sosialisasikan Empat Pilar Bernegara
Majelis Permusyawaratan Rakyat mulai menyosialisasikan empat pilar kehidupan bernegara kepada anak muda. Keempat pilar kehidupan bernegara yang diharapkan juga dipahami anak muda itu adalah ...
|
| |
Kamis, 10 Desember 2009
GMNI Minta Pemerintah Usut Skandal Bank Centuri
Kupang, NTT Online - Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI)
Cabang Kupang dan Front Rakyat Anti Korupsi (Fraksi) NTT gelar mimbar
bebas tuntut Pemerintah usut skandal dana Bank Cen...
|
| |
|
|
|
|
KOLOM & ANALISA
|
Sukardi Rinakit
Bocah-bocah Nakal
Jika ada yang bertanya mengenai salah
satu gejala dominan dalam 100 hari pemerintahan Presiden Susilo Bambang
Yudhoyono saat ini, saya akan menjawab: ”Meningkatnya fenomena politik
boc...
|
| |
Ikrar Nusa Bhakti
Mosi Tak Percaya? Tidaklah!
Istana Bogor memang tempat yang amat bersejarah. Pada 11 Maret 1966, empat puluh empat tahun lalu, tiga perwira tinggi Angkatan Darat—Basuki Rachmat, Amir Machmud, dan M Jusuf—menerima titip...
|
| |
Ikrar Nusa Bhakti
Kudeta? Tidaklah
”Hari ini aku lihat kembali wajah-wajah
halus yang keras... Dan bercita-cita, menggulingkan tiran; Aku
mengenali mereka; Yang tanpa tentara; Mau berperang melawan diktator...
Dan yang ...
|
| |
Ikrar Nusa Bhakti
Tahan! Mana Tahan?
Keangkuhan kekuasaan di negeri ini tampaknya tak lagi dapat melawan nurani publik. Sebagian besar rakyat Indonesia tersentak, marah, dan kaget betapa parah skandal penegakan hukum di negeri ...
|
| |
Sukardi Rinakit
Membersihkan Pakaian
Setelah menyimak pidato inagurasi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di MPR, Selasa (20/10), teman-teman di kantor bertanya, ”Mencermati isi pidato itu, mimpi apa kira- kira yang hadir di ala...
|
| |
|
|
|
|